INDOMIE Retro, Indomie Vintage yang kekinian. 

Hello eaters dan cemilaners…. maaf, penulisan blog agak tersendat nih huehehehe… ya gitulah harus pandai membagi waktu antara blogging, ngurus keluarga, ngurusin kerjaan dan many thingssss…. 

Kali ini saya mau membahas tentang Indomie vintage yang sedang kekinian, yang sebenarnya menurut saya kok lebih tepat disebut retro yah ? Tapi ya apa kata produsennya deh 😂😂😂.

 retro : imitative of a style, fashion, or design from the recent past.

Oke deh.. lanjut.

Menurut info temen2 di Jakarta, Indomie vintage ini sebenarnya dijual pas acara PRJ. Ada teman yang juga beli paketan indomie vintage, tapi bahan tas untuk paketnya ini berbeda, dan bentuknya jg lebih ke totebag besar, isi 10 pcs. Sedangkan paket Indomie Vintage yg beredar saat ini lebih kecil, isi 5 pcs. 

1 paket indomie Vintage kecil berisi : 

2 Indomie Goreng – yang tentunya sudah jd favorit dong.. 

2 Indomie kuah ayam bawang 

1 Indomie kuah Kari ayam

Tasnya pun ada 2 design, gambar mie goreng  dan anak ayam. Gambarnya cute jadi tergoda untuk beli keduanya…hahaa… 

Anyway, indomie vintage ini laris manisss… beruntunglah saya sempat dapet 2 paket dengan 2 gambar berbeda.
Sekarang untuk isinya. Sempat penasaran, apa sih bedanya indomie vintage dengan indomie masa kini , selain kemasannya ? 

Nah ini penampakan setelah dibuka… tadaaa…  

note: latarnya ini di pantry dapur yaaa bukan di lantai .. pantry dapur kami memang msh jadul heheee.. 

Dalam kemasan indomie Goreng berisi:

 1 indomie kering,

 2 sachet bumbu :

– 1 sachet bumbu kering – cabe bubuk

– 1 sachet minyak dan kecap manis. 

Perbedannya dengan kemasan sekarang: tanpa saus cabai, dan bumbu bubuknya pun lebih sedikit dari bumbu indomie masa kini. Mungkin itu yang menyebabkan teman – teman yang sudah coba pasti komennya : less msg.

Cara memasaknya masih tetap sama, tidak ada perbedaan dong yaa.. 

Dan inilah hasil masakan saya…. telurnya berantakan ? Justru ini signature fried-semi-scrambled-egg saya kalo makan indomie hahaa… dan yappp menimbulkan kenangan masa kecil pertama kali makan indomie 😊. 

Pasti pada tahu juga dong kalo Indomie ini jadi salah satu mie instan favorit di seluruh dunia ? Bagaimanapun juga, meski banyak pilihan macam mie instan, Indomie tetap seleraku 😉. Tapi ya memang harus dijaga makan yang instan2. Kalo saya sih 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali lah ga papa sekali2…. 😉. 

Sudah nyobain indomie Vintage? Kamu suka juga ? 😉
PS. Jangan lupa follow Instagram @foodjournalsby ya 😉
Eat respectfully, 

Ariany ~ @foodjournalsby

Iklan

Rujak Cingur BBM Surabaya : Masih yang terbaik 

Rujak cingur sudah dikenal sebagai salah satu kuliner khas dan favorit di Jawa Timur, khususnya Surabaya. 

Saya sendiri sebagai perantau dari luar Surabaya (asline kula wong jawa Tengah hahaha)  baru mengenal dan mencoba rujak cingur dari sejak merantau di Surabaya. Total berarti baru +- 14 tahun kenal dengan si rujak cingur hehee… 

Bagi arek Suroboyo asli, pasti tahu tempat2 makan rujak cingur yg enak dan favorit. Dari yang harganya murah sampai super premium (kalo ga salah 60/70rban) 

Bagi yang belum kenal dengan rujak cingur pasti sedikit ‘begidik’ saat pertama kali mencoba.. begitupun saya 😄😄. Bayangkan aja… cingur / congor / hidung sapi … gimana kalo ber-upil ??? 😂😂😂 

Bahkan ada salah satu kedai rujak cingur di pasar di daerah Surabaya juga, yang memajang cingur utuh berbumbu, masih berbentuk hidung sapi *jadi terbayang sapi ngendus2 hahaha* sebagai campuran rujak cingur. 

Tapi tampaknya lidah memang tdk bisa bohong sih… Tekstur cingur yg kenyal2 gurih ternyata sanggup menghilangkan segala bad thoughts tentang si cingur  😅😅. Apalagi kalo sudah dicampur dengan rujak campur buah dan sayur berbumbu petis… apalagi kalo ulekannya pas, wew… mertua lewat pun nggak kelihatan hehehe… iya nggak rujak cingur mania ? 

Nah saya disini mau share tentang kedai Rujak cingur favorit saya dan suami. 

Lokasinya terletak di jalan Tenggilis, tempatnya kecil tapi biasanya selalu ramai apalagi di jam makan siang

Rujak cingur BBM 

Jln. Tenggilis Timur VII blok HH no. 1, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. 

Nah ini penampakan rujak Cingurnya. 

Isiannya seperti biasa bisa pilih matengan – sayur, tahu, tempe, cingur;  atau campur buah. Kalo saya suka campur, jd berasa manis, gurih, tekstur rujaknya jadi terasa di lidah.

Kalau melihat bumbu petisnya, lebih kehitaman. Biasanya bumbu rujak cingur memang terdiri dari minimal 2 macam campuran petis sbg bumbu rahasianya. Bercampur kacang yang diuleg halus, pisang klutuk  yang masih hijau… dan jangan lupa, ulekan cabe  sesuai selera… bagi yang doyan pedas pasti bisa minta 5 – 10 butir cabe ..  

So far sih pilihan saya masih rujak Cingur BBM karena dari segi harga dan rasa sudah pas dan sesuai sekali. 

Jadi jangan lupa mampir ke rujak cingur BBM kalo pas ke Surabaya yah… 

Untuk foto2 akan diupdate lagi a.s.a.p. 
Thank you for reading, Eat respectfully and don’t forget to be happy 😊

 ~ Ariany ~

@foodjournalsby

KLEPON SURAWANGI, jajan pasar khas Jawa Timur yang selalu ngangeni

Menurut wikipedia : 

Jajanan pasar adalah makanan tradisional Indonesia yang diperjualbelikan di pasar, khususnya di pasar-pasar tradisional. Dalam pengertian lain, adalah berbagai macam kue yang pada awalnya diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional.

Siapa disini yang juga suka nyemil jajan pasar ? 

Saya masih ingat waktu ku kecil hidupku sangatlah senang ♪♬♫♪ #ehh #salahfokus … 

Maksud saya selain hidup saya sangatlah senang, antara lain ya karena sering ngemil jajan pasar heheheee. 

Nostalgic sekali ngomongin tentang jajan pasar, krn cemilan tradisional khas Jawa ini biasanya hanya bisa kita temui di pasar tradisional. Tapi kalo sekarang jajan pasar bisa kita temui juga di gerai mall besar dan harganya pun mengikuti harga sewa di mall hahahaaa.. 

Anyway, kali ini saya mau mereview salah satu gerai jajan pasar favorit saya. 

Klepon Surawangi, judulnya. Tempat ini kami temukan secara tidak sengaja, karena penasaran melihat judul “klepon Surawangi”. Lokasinya di perumahan Wisma Tropodo. Dengan gerai mungil di tikungan jalan. Kondisinya cukup bersih dan ibu peraciknya selalu menggunakan sarung tangan plastik. Seperti yang kita tahu, biasanya penjual jajan pasar selalu menggunakan tangan untuk melayani dan meracik jajan pasar yang biasanya disajikan dengan kelapa parut gurih. 

Klepon Surawangi

Klepon Surawangi sendiri menyediakan bbrp macam jajan pasar. Namun bagi saya, signature jajan pasar adalah Klepon-nya. 

Klepon adalah jajan pasar berbahan tepung ketan yang dibentuk bulat dengan isian gula merah cair dan berbalut parutan kelapa gurih. Dan ini adalah jajan pasar favorit saya dari kecil. Klepon Surawangi ini tastenya sesuai dengan selera saya. Kulit kleponnya kenyal gurih, dengan wangi pandan dan isian gula merah cairnya generous. Parutan kelapa gurihnya memperkaya rasa dan tekstur dari si klepon. 

Tetapi selain klepon signature mereka, ada juga jajan pasar berbalut kelapa yang mereka sediakan, seperti : 

Jongkong  = jajan pasar berbahan tepung beras dan tepung sagu, biasanya berwarna hitam karena ditambahkan air abu merang. Teksturnya kenyal kenyal dengan manis samar, biasanya dimakan dengan balutan parutan kelapa. 

Iwel iwel = jajanan tradisional khas pulau Jawa. Berbahan dasar tepung ketan, atau bisa juga dari parutan singkong dengan isian gula jawa. Jajanan ini dibalut dengan daun pisang. Untuk penyajiannya dengan parutan kelapa. Teksturnya kenyal gurih dan manis gurih dibagian tengah karena mengandung gula jawa. 

Gempo    =  penganan tradisional berbahan dasar tepung beras dan kacang tolo/ kacang merah. Teksturnya unik karena ada kejutan kacang tolo utuh di bagian dalam gempo ini. Mungkin agak mirip2 getuk yah tetapi ada tekstur kacang tolo utuhnya yang memperkaya citarasa si gempo. Dan seperti biasa disajikan dengan parutan kelapa. 

Jajan pasar campur – klepon, Jongkong, iwel iwel

Verdict : 

Sesuai judulnya, kleponnya juara. Apalagi isian gula merah cairnya yang generous dan kenyal-wangi pandan kulit klepon itu yg membuat semakin mantap. Sekali gigitan langsung meletup di dalam mulut. Jongkongnya kenyal dengan rasa manis samar. Begitupun dengan iwel iwel yang lengket dengan kejutan manis gula jawa. Semua berpadu dengan kelapa parut gurih, sehingga percampuran elemen rasa manis, gurih, dan tekstur sang jajan pasar berpadu harmonis meski jenisnya berbeda. 

Dan itu jelas membuat jajan pasar tetap menjadi idola cemilan bagi banyak penikmatnya.  

Klepon Surawangi

Jalan Raya Nusantara 

Wisma Tropodo

Waru, Sidoarjo 61256


See you in other @foodjournalsby review 😉

Eat respectfully, 

@foodjournalsby

Bakso dan Es Teler depan Bonnet, Surabaya : Baksonya mantap, es telernya juara

Dalam dunia per-bakso-an di Surabaya .. pasti banyak yang kenal dengan bakso yang satu ini. 

Bertempat di jalan Manyar Kertoarjo, depan Supermarket Bonnet, depot Bakso Bonnet sangat mudah terlihat. 

Meski depot kecil dan ‘ngemper‘ tapi jangan salah lho, pengunjungnya silih berganti, hampir dipastikan semua meja pasti terisi. Apalagi jam makan siang… siap2 aja ya menunggu giliran. Tapi menurut saya… it is worth waiting  #plokplokplok
Nah kalo biasanya kita jajan bakso, isi semangkok bakso bisa bermacam2,  dari bakso kasar, halus, siomay, tahu, gorengan de el el… Tapi beda dengan bakso bonnet, isi baksonya 2 butir, namun dengan ukuran yg lumayan mantap, diameter sekitar 3 cm (kurang lebih, jangan di-penggaris-in ya kalo makan d sana .. saya cuma kira2 hihih).. tekstur baksonya padat, gurih, kenyal tapi nggak lembek. Jadi kerasa urat / dagingnya. 

Semangkok dibanderol rp. 17rb.  Dengan kuah yang cukup bening, terlihat sedikit lemak mengambang di kuahnya, ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang merah goreng.. beri perasan jeruk nipis sesuai selera..  dimakan hangat2 .. hmm nikmat mana yg kau dustakan.. #slurp… 

Nah sebagai penggemar dessert manis.. tentu saja es teler disini tidak boleh dilewatkan. Semangkok es teler, berisi racikan jelly, nangka, sago mutiara, avokad, cincau, kelapa muda dan syrup khas es teler berpadu dengan susu kental manis…  dan akhirnya saya menemukan es teler yang ter-enak di Surabaya… #applause #bahagia 

Es teler khas Bakso depan Bonnet

Oiyaa lupa .. bagaimana dengan gorengan ? Jangan kuatir buat para penggemar gorengan bakso… mereka jual kok gorengan tapi tentu saja exclude semangkok bakso. 

Verdict: 

Meski cuma isi 2 butir tapi mantap banget, bikin kenyangny tahan lama. Es tellernya sudah dibahas diatas. Officially masih yang terbaik di lidah saya 😄😄😄. 

Have a happy day, dan jangan lupa bahagia ya.. 

Eat respectfully, 

@foodjournalsby

http://cemalcemilonline.com 

De Mandailing Cafe & eatery : Cozy, Comfy & Worth the price

Café ini adalah salah satu café favorite saya untuk me time.  Karena tempatnya cukup strategis, makanan dan minumannya juga cukup bersahabat untuk harganya.  Well bagi yang suka nge-café pasti sudah tahu dong untuk rata2 harga makanan di café berapaan. Untuk De Mandailing ini, menurut saya masih cukup bersahabat baik untuk segi makanan dan minumannya.

Untuk makan berat, pilihan saya adalah Japanese Vegetable Curry with Chicken Katsu. Hidangan ini terdiri atas : nasi, chicken katsu, disiram Japanese curry.

Untuk porsinya, lumayan generous, untuk ukuran perut saya mah udah cukup… untuk ukuran suami mungkin kurang hahaha.. :D. 

Chicken katsunya adalah separuh dada ayam yang digoreng tepung panko crispy tetapi tidak berminyak. Japanese Vegetable curry nya agak familiar dengan rasa Japanese golden curry yang dulu sering saya buat. Ternyata enak juga paduannya.

Untuk minuman favorit saya adalah Greentea frappucino, cream brulle Frappucino dan red velvet Frappucino. Nah ini foto agak lama, biasanya di bulan February yang identik dengan bulan kasih sayang, di De Mandailing ada special treat, untuk pembelian minuman diberi hiasan spt di bawah ini: heart trimits. Cute banget yah ❤❤. 


Dessert yang must try adalah,.. Waffle ice creamnya. Waffle nya hangat dan crispy diluar, berpadu dengan es krim yang dingin, sauce dan topping toasted almondnya yang crispy.. hmm yummy !

Waffle Ice cream with almond

Sedikit tips kalo ke De Mandailing Café :

  1. Karena tempatnya terbatas dan seringkali ramai, bisa telpon dulu atau booking tempat.
  2. Biasanya akan sangat ramai di jam jam makan siang dan makan malam. Parkirannya pun terbatas, jadi menurut saya sih pilihlah jam jam selain makan siang dan makan malam. Tapi kalau itu bukan masalah ya tidak apa apa, silakan datang saja.

 

De Mandailing  Café

Jl. Raya Jemursari 71

Jl. Klampis Jaya 10B

Jl. Raya Putat Gede Timur 1G, Ruko Bukit Darmo Golf 1

Surabaya, Indonesia

Cs : 082390202020

 

Eat Respectfully, 

@foodjournalsby

Yang masih happening : Bazaar di kala Weekend.

What do you usually do, On the weekend ?

Akhir2 ini banyak sekali bazaar2 yang lagi happening di Surabaya.

Biasanya bazaar2 itu bertempat di convention hall, atau atrium hall suatu Mall… yang  mana kalo di Surabaya, berarti mall2 yang dimaksud adalah : Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, Grand City Mall, Supermall Pakuwon. Yang saya sebut tadi adalah beberapa mall yang biasanya digunakan sebagai tempat perhelatan bazaar.

Anyway, kali ini saya lebih fokus tentang membahas bazaar tersebut dari sudut pandang saya sebagai konsumen ya. Saya tidak mengkategorikan diri saya sebagai foodies sebenernya, karena merasa masih belum mumpuni memberi rating untuk makanan yang ada. Lagipula, yang namanya  makanan tidak akan lepas dari yang namanya SELERA. Jadi, pasti akan berbeda dengan lidah masing2.

Anyway, lanjut tentang bazaar2 yang sedang happening ya.

Terus terang kalo ke bazaar, jujugan saya biasanya ke… makanan… hahaha… iya I’m not a fashion type of person. Jadi biasanya saya skip fashion thingy, I’ll usually go straightforward to F & B area.

Beberapa hal penting yang saya amati :

  1. Harga

Untuk harga, ini pasti jadi hal utama pertimbangan setiap orang untuk membeli sesuatu bukan? Dan dalam hal ini untuk makanan, saya mengamati bahwa sebagian besar makanan yang dijual di bazaar, terutama makanan berat seperti nasi, mie, dll mematok harga 30rban ke atas.

Ada sih, yang dibawah 30rban, tapi kadang2 porsinya memang mini.. hahaha… 😀

  1. Tipe makanan yang dijual

Tipe makanan yang dijual di bazaar, yang umum saya lihat adalah ricebowl, atau nasi plus lauk2an diatasnya. Selain itu ada minuman dalam kemasan, ice cream / gelato, es campur, street snack, dan lain2…

  1. Kemasan

Untuk kemasan ini sangat bervariatif. Karena ada yang menggunakan kemasan yang  menurut saya cukup eye catching, ada yang biasa saja standard mangkok kertas, dan ada yang memang sudah branding . Sehingga  meskipun belum mempunyai lokasi tetap atau by order only, kemasannya tetap cukup representatif

  1. Porsi makanan

Bagi saya…  porsi makanan dan harga itu seharusnya berbanding lurus.  Atau lebih baik lagi kalo porsi makanannya semakin besar semakin murah buahahhaa… 😀 . tapi kadang2 yang bikin kecewa, penampakan di iklan2 keliatannya porsinya banyak, harga 35rb, tapi ternyata di kenyataan, porsinya kecil dan harganya pun tetep 35rb  hahahaa….

*saya ngga akan menyebut siapa, stand apa, tapi ada .. ya ada… banyak pula hahaha.. 😀

  1. Makanan yang jarang ada atau belum ada di Surabaya.

Karena saya domisili di Surabaya, jadi fokusnya ke makanan yang ada di Surabaya.  Yang saya amati, biasanya tenant yang ramai kebanyakan berasal dari luar kota Surabaya. Ya pastinya karena pengunjung penasaran, seperti apa sih hidangan yang dibawa oleh tenant dari luar Surabaya, sampai bela2in ikutan bazaar di Surabaya. Jadi untuk para tenant dari luar Surabaya, cukup menjanjikan kesempatannya kalau mau ikutan bazaar di Surabaya.

  1. Rasa

Nah,.. kenapa kok malah rasa saya tempatkan ke yang paling akhir ?

Karena kebanyakan pengunjung yang nyoba2, biasanya juga gambling dengan masalah RASA. Dan yang pasti, lidah setiap individual kan berbeda. Jadi ketika saya bilang enak, mungkin saja orang lain akan tidak setuju dengan pendapat saya.

Tapi ya itu, dengan harga yang dibayar dengan rasa yang didapat juga ngga terlalu outstanding, kadang jadi nyesel sendiri lha kalo mahal2 bayarnya tapi rasanya Cuma begini aja… wkwkwk…

 

Belakangan ini perhelatan bazar tidak sesering dulu, yang seingat saya bisa sampai setiap minggu. kadang malah ada 2 bazaar dalam 1 periode.

Kamu sendiri merupakan Bazaar mania atau tidak ? kalau saya sih, rata2 aja… 😀

 

eat respectfully,

@foodjournalsby