Yang masih happening : Bazaar di kala Weekend.

What do you usually do, On the weekend ?

Akhir2 ini banyak sekali bazaar2 yang lagi happening di Surabaya.

Biasanya bazaar2 itu bertempat di convention hall, atau atrium hall suatu Mall… yang  mana kalo di Surabaya, berarti mall2 yang dimaksud adalah : Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, Grand City Mall, Supermall Pakuwon. Yang saya sebut tadi adalah beberapa mall yang biasanya digunakan sebagai tempat perhelatan bazaar.

Anyway, kali ini saya lebih fokus tentang membahas bazaar tersebut dari sudut pandang saya sebagai konsumen ya. Saya tidak mengkategorikan diri saya sebagai foodies sebenernya, karena merasa masih belum mumpuni memberi rating untuk makanan yang ada. Lagipula, yang namanya  makanan tidak akan lepas dari yang namanya SELERA. Jadi, pasti akan berbeda dengan lidah masing2.

Anyway, lanjut tentang bazaar2 yang sedang happening ya.

Terus terang kalo ke bazaar, jujugan saya biasanya ke… makanan… hahaha… iya I’m not a fashion type of person. Jadi biasanya saya skip fashion thingy, I’ll usually go straightforward to F & B area.

Beberapa hal penting yang saya amati :

  1. Harga

Untuk harga, ini pasti jadi hal utama pertimbangan setiap orang untuk membeli sesuatu bukan? Dan dalam hal ini untuk makanan, saya mengamati bahwa sebagian besar makanan yang dijual di bazaar, terutama makanan berat seperti nasi, mie, dll mematok harga 30rban ke atas.

Ada sih, yang dibawah 30rban, tapi kadang2 porsinya memang mini.. hahaha… 😀

  1. Tipe makanan yang dijual

Tipe makanan yang dijual di bazaar, yang umum saya lihat adalah ricebowl, atau nasi plus lauk2an diatasnya. Selain itu ada minuman dalam kemasan, ice cream / gelato, es campur, street snack, dan lain2…

  1. Kemasan

Untuk kemasan ini sangat bervariatif. Karena ada yang menggunakan kemasan yang  menurut saya cukup eye catching, ada yang biasa saja standard mangkok kertas, dan ada yang memang sudah branding . Sehingga  meskipun belum mempunyai lokasi tetap atau by order only, kemasannya tetap cukup representatif

  1. Porsi makanan

Bagi saya…  porsi makanan dan harga itu seharusnya berbanding lurus.  Atau lebih baik lagi kalo porsi makanannya semakin besar semakin murah buahahhaa… 😀 . tapi kadang2 yang bikin kecewa, penampakan di iklan2 keliatannya porsinya banyak, harga 35rb, tapi ternyata di kenyataan, porsinya kecil dan harganya pun tetep 35rb  hahahaa….

*saya ngga akan menyebut siapa, stand apa, tapi ada .. ya ada… banyak pula hahaha.. 😀

  1. Makanan yang jarang ada atau belum ada di Surabaya.

Karena saya domisili di Surabaya, jadi fokusnya ke makanan yang ada di Surabaya.  Yang saya amati, biasanya tenant yang ramai kebanyakan berasal dari luar kota Surabaya. Ya pastinya karena pengunjung penasaran, seperti apa sih hidangan yang dibawa oleh tenant dari luar Surabaya, sampai bela2in ikutan bazaar di Surabaya. Jadi untuk para tenant dari luar Surabaya, cukup menjanjikan kesempatannya kalau mau ikutan bazaar di Surabaya.

  1. Rasa

Nah,.. kenapa kok malah rasa saya tempatkan ke yang paling akhir ?

Karena kebanyakan pengunjung yang nyoba2, biasanya juga gambling dengan masalah RASA. Dan yang pasti, lidah setiap individual kan berbeda. Jadi ketika saya bilang enak, mungkin saja orang lain akan tidak setuju dengan pendapat saya.

Tapi ya itu, dengan harga yang dibayar dengan rasa yang didapat juga ngga terlalu outstanding, kadang jadi nyesel sendiri lha kalo mahal2 bayarnya tapi rasanya Cuma begini aja… wkwkwk…

 

Belakangan ini perhelatan bazar tidak sesering dulu, yang seingat saya bisa sampai setiap minggu. kadang malah ada 2 bazaar dalam 1 periode.

Kamu sendiri merupakan Bazaar mania atau tidak ? kalau saya sih, rata2 aja… 😀

 

eat respectfully,

@foodjournalsby

 

 

 

Iklan